Blokir 360 Situs Judi Online, Polisi Temukan 460 Rekening Penampung

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri menemukan ratusan situs judi poker online. Situs itu ditemukan selama penyelidikan satu minggu. Kini situs-situs itu telah diblokir agar tak bisa diakses.

“Dari hasil selama satu minggu kita temukan ada 360 situs yang menawarkan permainan judi, seperti sport, cano, loter, poker dan bola,” beber Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edison Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2015).

Polisi juga menemukan 460 rekening yang digunakan sebagai penampung dana judi online. Untuk menelisik transaksi yang terjadi polisi berkoodinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Tujuannya agar transaksi ditunda dan berlaku efektif mulai Senin (25/5/2015) depan.

Langkah berikutnya, kata Victor, 460 rekening itu akan disebar ke sejumlah Polda dan Polres untuk ditelisik siapa pemiliknya. “Kalau pemilik rekening itu fiktif atau disamarkan, dipanggil tidak datang maka rekening akan diproses. Artinya uang akan diberikan kepada negara,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Nilai transaksi judi online itu terbilang fantastis. Untuk satu akun penjudi yang telah terdaftar bisa mentrasfer lebih Rp50 juta. “Itu tergantung pemainnya, tapi untuk omzet belum kita ketahui harus berkoordinasi dulu dengan PPATK,” ucapnya. Kini ke-360 situs judi online itu telah diblokir oleh Kemenkominfo.

Victor menjelaskan, para calon-calon tersangka ini terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Predikat crime-nya perjudian. Hasil dari perjudian merupakan tindak pidana pencucian uang. Kalau ada bandar yang ditangkap, akan dikenakan pasal perjudian dan pencucian uang,” kata Victor.

Polres Jaksel Bongkar Judi Poker Online di Pejaten

Satuan Reserse Polres Jaksel membongkar praktik judi pokerrepublik online di Jl Amil 2, Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang pria berinisial A (25) ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, perjudian tersebut dibongkar setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Informasi tersebut kami selidiki, sehingga kemudian pelakunya kami amankan,” ujar Eko kepada detikcom, Jumat (18/11/2016).

Tersangka ditangkap tim Unit Jatanras yang dipimpin Iptu Fakva Yoga pada Kamis (17/11) sekitar pukul 21.30 WIB di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jaksel.

Menurut Eko, tersangka melakukan perjudian tersebut sejak Juli hingga pertengahan November 2016 tersebut melalui situs judi online www.inixxxxx.link.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan di atasnya. Sejumlah barang bukti seperti buku tabungan dan kartu ATM disita polisi dari pelaku.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan atau Pasal 5 ayat (1) jo. Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Polri Berantas 2 Tersangka Judi Poker Online

Tim Cyber Crime dan Sub Direktorat IT Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri  meringkus 2 tersangka judi online bermodus operasi website Okebet.com.

Direksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyo menuturkan, TKP yang bertempat di Jalan Bhayangkara, Komplek Krakatau Point C3, Medan, Sumatera Utara digerebek pada Rabu (1/5), sekitar pukul 21.00 WIB.

“Tersangka yang ditangkap dua orang atas nama Yohanes (26) dan Feri Valentin (25) yang perannya sebagai operator,” kata Arief Sulistyo dalam pesan singkatnya, Kamis (2/5/2013).

Selain mengamankan keduanya, polisi juga menggiring 4 orang rekan tersangka di lokasi tersebut. Mereka adalah Michael Madarana, Suwandi Wijaya, Surianto, dan Natalia yang ditetapkan polisi sebagai saksi kasus ini.

Arief menuturkan pihaknya telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan judi poker online tersebut.  “Sebanyak 3 perangkat komputer sebagai barang bukti barang bukti yang diamankan, beserta 1 laptop, token, hp , iPad, dan modem,” tukasnya.

Para tersangka dan saksi itu telah berada di Bareskrim Mabes Polri guna penyelidikan lebih lanjut. (Ein)

Jebakan Judi Bola Online Terpercaya

Piala Dunia yang merupakan pesta sepak bola sejagat hadir lagi, kini diselenggarakan di negara Brasil. Negara peserta berlomba menjadi yang terbaik.

Antusias pun datang dari penonton, alhasil nonton bareng pun mewabah. Euforia pesta sepak bola 4 tahunan ini juga tak luput dari pemanfaatan segelintir petualang pelanggar hukum yang menjadikannya sebagai ajang berjudi.

Saat nonton bareng, masing-masing penonton menjagokan negara idolanya. Biasanya akan muncul taruhan lucu-lucuan untuk meramaikan event saja.

Fakta itu tim Sigi Investigasi dapatkan secara tidak sengaja. Satu kondisi lain di mana judi bola kembali marak. Dari sejumlah kasus yang diungkap polisi salah satunya di Malang, Jawa Timur. Seorang yang menjadi pengecer judi bola digelandang ke Polres Kota Malang. Hasilnya beberapa barang bukti disita seperti uang dan ponsel.

Kabar miring perjudian pkrrepublik di balik meriahnya pesta sepak bola sejagat ini sudah berlangsung lama. Keberadaan perjudian biasa beroperasi pada momen World Cup.

Polisi Patroli 24 Jam Ungkap Praktik Judi Online

Polda Metro Jaya menggiatkan patroli cyber secara non-stop untuk mengantisipasi dan mengungkap praktik judi online.

“Kita ada tim patroli yang tentunya bekerja selama 24 jam,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.

Argo mengatakan, Polda Metro Jaya telah mengungkap beberapa kali kasus judi  agen poker terpercaya namun praktik tersebut termasuk kategori mengkhawatirkan. “Kita lakukan penyelesaian secara bertahap,” tutur dia, seperti dikutip dari Antara.

Argo menambahkan, Polda Metro Jaya memiliki beberapa tim untuk mengungkap kasus praktik judi online.

Sebelumnya, anggota Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap seorang agen judi sepak bola online dengan penghasilan Rp 1 miliar per bulan berinisial HS.

HS membuka transaksi judi setiap Senin dan Kamis dengan mendapatkan jatah sebesar 5 persen dari penghasilan yang diperoleh setiap putaran.

Berdasarkan informasi, salah satu perusahaan yang dikendalikan seorang pengusaha berinisial HW mengoperasikan 10 jaringan judi online di kawasan Jakarta Barat, mempekerjakan sekitar 300 orang dengan pendapatan karyawan mencapai Rp 15 juta per bulan setiap orang.

Dengan omzet per hari mencapai angka Rp 1 miliar, diduga perusahaan itu memiliki pusat kendali server pertama di salah satu hotel wilayah Poipet, Kamboja.

Polisi Bongkar Judi Online Jaringan Internasional di Bogor

Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota menangkap 22 orang yang diduga terlibat judi bola online jaringan internasional. Mereka ditangkap dalam penggerebekan di kawasan perumahan elit Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat 31 Maret 2017.

Selain menangkap 22 orang pelaku, dalam penggeledahan polisi mengamankan barang bukti di antaranya 5 unit laptop, perangkat wifi, 44 unit telepon genggam, tiga CCTV, belasan earphone, 1 unit televisi dan sejumlah berkas-berkas, serta buku catatan nomor kontak pelanggannya.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, ke-22 orang pekerja judi online jaringan internasional ini sebagian besar adalah perempuan.

“Mereka memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertindak sebagai operator, admin, humas, dan manajer,” kata Ulung di Mapolresta Bogor Kota, Jumat malam.

Judi pkrrepublik online ini dikendalikan seorang manajer dari Manila, Filipina dengan memberikan nomor pelanggan kepada admin.

“Untuk bisa masuk ke akun judi online, calon member harus membayar terlebih dulu untuk mendapat ID dan password,” terang dia.

Untuk sekali transaksi, lanjut Ulung, minimal para pelanggan judi ini dikenakan tarif minimal Rp 100 ribu dan maksimal Rp 500 ribu dalam sekali taruhan. “Taruhannya sepak bola dan apa saja,” kata Ulung.

Pengakuan para pelaku, judi online ini baru beroperasi tiga bulan dan diduga jaringan tersebut juga terdapat di beberapa kota lainnya. “Para pelanggannya sudah mencapai ribuan orang,” kata dia.

Saat ini polisi akan terus mendalami dan mengembangkan hasil pengungkapan judi online tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Chondro Sasongko mengungkapkan, operator yang dipekerjakan oleh jaringan judi online tersebut didominasi perempuan. Mereka menerima gaji antara Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan Undang-Undang ITE dengan ancaman mencapai 10 tahun penjara.