Polisi bongkar jaringan judi online di Surabaya

Petugas Polrestabes Surabaya, membekuk dua orang mahasiswa yang terlibat sindikat judi poker online . Dua mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya itu adalah Dharma, warga Jalan Petemon dan Jefri, warga Jalan Ploso, Surabaya.

Mereka ditangkap saat laga Piala Champion antara Barcelona melawan AC Milan berlangsung, Rabu (4/4) dini hari tadi. Selain menangkap pengecer dan pengepul tersebut, polisi juga berhasil menangkap sang bandar, Irwan, warga Jalan Kuala Mas Surabaya dan Herry, warga Jalan Anggrek Semarang.

Kasat Reskrim AKBP Farman mengatakan, polisi berhasil membongkar jaringan judi beromzet ratusan juta rupiah itu setelah menangkap Dharma.

“Dharma ini pengecer yang setor ke tersangka Irwan. Setelah itu, uang hasil judi di transfer via rekening milik Irwan dan selanjutnya ke Herry,” kata Farman, Rabu (4/4).

Menurut dia, tersangka Herry dikenal sebagai bos dalam jaringan ini. Kepada polisi Herry mengaku uang hasil judi online dari para pengepul tersebut ditransferkan ke bandar besar, BJ, yang ada di Jakarta. BJ kini ditetapkan sebagai DPO.

Dari lokasi penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, satu unit iPad, tiga komputer, lima buku tabungan, lima unit ponsel, enam key BCA, tujuh paspor BCA, dan uang tunai Rp 65 juta.

Ibu-ibu berjudi untuk kebutuhan sehari-hari

Asyik bermain judi  poker online indonesia kartu dan jackpot, lima wanita dan seorang pria diciduk aparat Polsek Tanah Abang di Kebon Melati, Jakarta Pusat. Kelima pelaku digrebek saat sedang bermain disebuah rumah pada pukul 23.00 WIB, Selasa (5/6).

“Mereka digrebek saat sedang asyik main judi di sebuah rumah setelah mendapat laporan dari warga,” ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Suyudi Ario, kepada wartawan, di Mapolsek Tanah Abang, Jl Penjernihan, Jakarta, Rabu (6/6).

Selain itu, Kanit Reskrim Tanah Abang, Kompol Widarto mengatakan, polisi juga menyita alat yang dipakai untuk berjudi dan sejumlah uang tunai. “Barang bukti tiga buah mesin jackpot, kartu, dan uang senilai Rp 186 ribu,”katanya.

Keempat wanita yang ditangkap itu berinisial DW, YA, YU, DA dan SA, dan satu laki-laki berinisial S. “Alasannya untuk cari duit, buat sehari-hari,” jelas Widarto.

Kini, kepolisian masih mencari pemilik rumah yang dipakai untuk berjudi. “Masih kita cari pemilik rumah tersebut,” tuturnya.

140 Rekening Diblokir Terkait Judi Online

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah melakukan pemblokiran terhadap 140 rekening terkait kasus judi poker online.

Demikian diungkapkan Kepala Sub Direktorat IT dan Cyber Crime Kombes Pol Rahmat Wibowo di Mabes Polri, Selasa (12/11/2013).

“Sudah diblokir 140 rekening dari 100 web perjudian. Dari situ ada bebarapa rekening yang transaksinya mencapai mendekati Rp 100 miliar. Total yang disita Rp 8 miliar dari perjudian-perjudian online,” kata Rahmat.

Kepolisian bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan untuk melakukan pemblokiran-pemblokiran terhadap rekening yang terindikasi merupakan penampungan uang hasil perjudian.

“Dari 140 rekening itu ada tiga bank besar yang kita lakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening itu,” ucapnya.

Bukan hanya itu, kepolisian pun melakukan langkah-langkag pemanggilan terhadap pemilik rekening-rekening yang digunakan untuk menampung uang hasil judi online.

“Rata-rata tidak datang, yang datang cuma dua orang. Itupun mereka mengatakan itu rekening mereka tapi setelah dibuka  ATM sama buku tabungannya dipakai orang lain, mereka menerima cuma Rp 100 ribu untuk rekening. Jadi mengalir ke rekening asli tapi tidak digunakan oleh pemiliknya,” ungkapnya.

Baru-baru ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri bekerjasama dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau membongkar kasus judi on line.

Kepolisian menggerebek  tempat data center yang terletak di Batam tepatnya di Komplek Ruko Tanah Mas Blok A No 1 Sei Panas Batam. Tempat tersebut dijadikan tempat agen judi onlinedengan menyiarkan pertandingan sepak bola melalu streaming yang terkoneksi dengan server yang terletak di Filiphina.

“Khusus untuk judi Batam, kita belum tahu secara detil berapa omsetnya dan  yang ditangkap 2 orang itu baru data centernya,” katanya.

Bangkrut di Meja Judi, 7 Orang Ini Kalah Hingga Triliunan

Judi pokerrepublik memang dapat membuat siapapun kecanduan. Apalagi, bila kemenangan menghampiri mereka. Sayangnya, keberuntungan tidak selalu menghampiri seseorang yang berjudi.

Malahan, banyak yang mengalami kerugian hingga mencapai triliunan karena berjudi. Siapa saja? Berikut orang-orang tersebut seperti dilansir dari beberapa sumber.

1. William Yan

Mantan dirut perusahaan farmasi di Tiongkok mengalami kerugian hingga mencapai Rp 4 T. Kekalahan tersebut ia derita saat berada di Selandia Baru dan bermain kurang dari 24 jam. Mengetahui nominal yang amat besar, kekayaan Yan pun diusut dan dicurigai ia menggelapkan dana perusahaan untuk memuaskan hobinya bermain judi.

2. Terry Watanabe

Kekalahan Terry sebanyak Rp 2,7 T membuat pebisnis ini terkenal. Tentunya, namanya melambung bukan karena kepiawaian beliau dalam mengelola bisnis, melainkan karena jumlah yang cukup besar tersebut habis saat ia berjudi. Akan tetapi, Terry tak mau menerima kekalahan tersebut begitu saja. Ia bahkan menuduh kasino sengaja memberinya alkohol agar ia kehilangan kesadaran saat berjudi.

Namanya masyhur di meja kasino karena kekalahan yang sering ia terima. Bila ditotalkan, jumlah uang yang gelontorkan di meja judi mencapai Rp 1,6 T lebih.

Baginya, uang sebanyak itu tak ada apa-apanya ketimbang pendapatannya sebagai pembuat obat-obatan terlarang. Namun, ia harus menerima akibat dari perbuatannya itu setelah tertangkap dan mendekam di penjara selama 25 tahun.

4. Omar Siddiqui

Tak hanya harus membayar sebesar Rp 880 M, pria ini juga hars mendekam di penjara karena menipu rekan bisnisnya untuk membayar utang tersebut. Atas kejahatannya tersebut, Omar dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Kasino merupakan tempat perjudian yang biasa terdapat di negara Eropa. Hadiah yang menarik, membuat kita rela mengeluarkan uang.

Konglomerat asal Australia ini memang dikenal sebagai penggila judi. Dalam setahun, ia bahkan bisa menghabiskan hingga Rp 577 M hanya untuk berjudi. Tapi ini masih sebanding dengan kepiawaiannya bermain judi kartu.

6. Archie Karas

Namanya melegenda di dunia judi poker. Malahan, nama pria ini digunakan sebagai salah satu karakter virtual di gim Poker. Archie termasuk orang yang beruntung, ia pernah berpenghasilan hingga 50 juta dolar setahun hanya dari judi. Tapi ia juga pernah merugi hingga Rp 542 M karena berjudi. Ketenarannya berakhir saat ia ditangkap dengan tuduhan berbuat curang di meja kasino. Kasio merupakan tempat perjudian yang biasa terdapat di negara Eropa. Hadiah yang menarik, membuat kita rela mengeluarkan uang.

Pria ini tergila-gila dengan judi. Bahkan, ia pernah mengalami kekalahan sebesar Rp 227 M. Sayangnya, ia kemudian nekat mencuri uang untuk menutupi utangnya tersebut.

Anggota DPRD & Kakanwil Pos Sumut Diadili karena Judi

Anggota DPRD Sumut yang juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut), Palar Nainggolan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam kasus judi poker online, Senin (11\/6\/2012) pagi. Turut didakwa dalam kasus serupa Supendi, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) PT. Pos Indonesia, Divisi Regional I Sumut-Aceh.

Palar yang mengenakan kemeja putih, tampak lesu duduk di kursi pesakitan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Marina Surbakti membacakan dakwaan.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim Erwin Tumpak Pasaribu, JPU mendakwa Palar melakukan tindak pidana perjudian dengan tiga rekannya, Supendi yang menjabat Kepala Kanwil PT. Pos Indonesia Sumut-Aceh, Fahruddin, warga Jl. Medan Utara dan Hanafi Sani, penduduk Jl. Darussalam.

Keempatnya didakwa bermain judi jenis joker di restoran Lapangan Golf Martabe, Tuntungan, pada 5 Mei 2012 sekitar pukul 20.00 WIB. Dari tangan keempat terdakwa disita dua set kartu joker dan uang tunai Rp 1,1 juta.

\\\”Para terdakwa telah melanggar Pasal 303 Bis ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal ini memuat ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara,\\\” sebut Marina.

Usai pembacaan dakwaan, keempat terdakwa tidak menyampaikan eksepsi. Ketua majelis hakim, kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan dua saksi dari personel Polresta Medan yakni Budianto dan Rapolo.

Dalam persidangan, saksi Budianto menyatakan, dirinya bersama Rapolo serta tiga personel Polresta Medan mendapat perintah menggerebek keempat terdakwa yang sedang berjudi di Lapangan Golf Martabe.

\\\”Saat kami gerebek, para terdakwa sedang memegang kartu joker dan ada uang di atas meje lengkap dengan kertas berisi catatan judi,\\\” kata Budianto.

Sementara saksi Rapolo secara tegas menyatakan, saat penggerebekan, salah seorang terdakwa mengaku taruhan Rp 200 ribu. Keterangan saksi itu dibantah Palar seusai sidang. Dia menyatakan uang yang disita bukan uang taruhan, tetapi uang yang dikumpul untuk uang membayar makanan.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim kemudian menunda persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar, Kamis (14\/6\/2012) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Di Medan, Ada 3 Kasus Penggerebekan yang Berakhir Pengeroyokan Polisi

Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada tiga kasus pengeroyokan terhadap polisi yang tengah menggerebek bandar judi pokerrepublik. Dengan beringas, pelaku pengeroyokan menghabisi nyawa polisi.

Kasus pertama terjadi pada 26 Februari 2012, dimana 2 anggota Polda Sumut tewas dibakar massa. Kedua korban, Brigadir Ricardo Jefry Sitorus (24) dan Brigadir Cristian Markus Siregar (24) bersama tiga rekannya hendak menangkap K bandar togel di Pancur Batu.

Kedua, 19 Maret 2012. Empat polisi yang hendak menggerebek judi bola di Jalan Brigjen Katamso Medan dikeroyok massa. Keempatnya berhasil kabur tapi mobil patroli polisi yang mereka gunakan dibakar massa.

Kasus ketiga yakni pengeroyokan terhadap Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Andar Siahaan pada 27 Maret 2013. Andar tewas dikeroyok massa saat hendak menangkap bandar Togel di Dusun Merek Raja Huta, Simalungun.

\\\”Melihat makin brutalnya para bandar judi, Polda Sumut harus menyatakan perang terhadap perjudian dan segera melakukan operasi besar-besaran untuk menutup praktek-praktek perjudian dan menangkap para bandarnya,\\\” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Sabtu (30\/3\/2013) malam.

Neta meminta Polda Sumut tidak bersikap permisif dengan aksi perjudian di wilayahnya. \\\”Jika Polda Sumut masih bersikap permisif dan diskriminasi, jangan heran jika para bandar judi makin nekat melakukan pengeroyokan terhadap para polisi yang akan menangkapnya,\\\” tuturnya.

IPW menilai, upaya pemberantasan judi masih terkesan tebang pilih. \\\”Ada yang digerebek dan banyak yang tetap buka, sehingga masyarakat cenderung menilai polisi bersikap diskriminatif,\\\” ujar Neta.

Judi Bola Online Beromset Rp 51 M, Polisi Ciduk 24 Orang Tersangka

Polisi terus membongkar judi bola online. Terbaru, 24 rersangka dengan nilai judi poker online yang beromset Rp 51 miliar diciduk di berbagai tempat.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti menyatakan, penangkapan tersangka tidak hanya di Jakarta. Polisi juga menangkap di Semarang dan Batam.

“Bahkan ada yang bermarkas di luar negeri,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Menurut Khrisna, selain judi bola online pihaknya juga membongkar judi togel. Judi togel dijaring mulai dari tingkat eceran hingga bandar. Sedangkan judi bola online dijaring dari yang beroperasi di seluruh Indonesia hingga luar negeri.

“Nilai omset judi tersebut miliaran,” tuturnya.

Target pelaku judi bola online dari situs www.sbxxxx.com dari kalangan menengah ke atas. Sedangkan judi togel dari kalangan menengah ke bawah.

“Kita akan terus perang terhadap perjudian baik online maupun judi biasa. Kami lakukan proses pidana dan tidak ada penangguhan penahanan,” katanya.

Dalam kasus itu, polisi menyita antara lain 4 rekening yang sudah diblokir, laptop, flashdisk, token sebuah bank dan ponsel. Salah satu rekening milik DPO yang berasal dari Batam.

9 Pelaku Judi Online Di Tangkap, Salah Satu Nya Masih Pelajar

Polresta Medan menangkap 9 tersangka pelaku judi online Turn Poker di Medan, Sumatera Utara (Sumut), termasuk di antaranya seorang pelajar. Perjudian pokerrepublik online ini memiliki aplikasi yang bisa langsung terhubung ke Facebook.

“Kita berhasil menangkap 9 pelaku, 7 pria dan 2 wanita,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram Istanto di Polresta Medan, Jalan HM Said, Medan, Selasa (17/2/2015).

Tersangka yang berhasil diamankan yakni PR pelajar usia 18 tahun, TMB (33), SMT (31), PRD (19), RN (23), HET (28), RES (20), OJT (20), RSS (24). Tersangka PR, PRD, RN sebagai pemain, dan HET, RES, OJT, SMT, RSS sebagai operator jual beli chip Turn Poker.

Menurut polisi, modus perjudian ini, pemain menemui operator untuk membeli chip dan menuliskan email Facebook kepada operator, kemudian operator mengisi chip ke email pemain tergantung chip yang dibeli. Nah setelah chip tersebut diisi, pemain membuka email pemain lalu menekan icon turn poker, pemain mencari meja lobby yang kosong dan pemain melakukan permainan.

“Atas keterangan dari tersangka, pelaku mendapatkan omset Rp 20 juta per harinya, dan kita masih mengincar para bandar,” sambung Wahyu.

Para tersangka ditangkap pada Sabtu (14/2/2015) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia. Dalam kasus ini, turut diamankan 6 unit komputer, 5 buku tulis, uang sebesar Rp 4,3 juta, 11 buku tabungan BCA, 2 ATM BCA, 1 token BCA. Para tersangka dijerat Pasal 303 Ayat (1) ke 1e,2e KUHP Subs Pasal 303 Bis KUHPidana.

Begini Cara Polisi Menggerebek Judi Online

Kepolisian Restro Jakarta Utara melakukan reka ulang penggerebekan praktik judi poker online di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Warnet Cyber Shop, Jalan Muara Karang No 277, Penjaringan, Jakarta Utara. Penggerebekan dilakukan oleh aparat Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara, pada Sabtu (1/9/2012) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam reka ulang tersebut, menjelaskan awalnya aparat kepolisian berbusana preman mengetuk pintu TKP, tetapi tidak ada jawaban. Kemudian polisi mendobrak sebelah kanan sisi pintu, yang menuju tempat perjudian di lantai 2.

Di situ, ada tersangka bernama Ju Heng alias Aheng. Dia bertugas sebagai pemantau kondisi luar sekaligus orang yang mengizinkan tamu masuk dengan bermodalkan semacam tombol bel yang memberitahukan ke lantai 2. Jung Heng berhasil diamankan di lantai dasar.

Kemudian aparat menuju lantai 2, yang akhirnya berhasil mengamankan 9 tersangka. Sunardi Susanto alias Nardi (57), seorang pemain judi merasa panik saat pengerebekan lantas berusaha bersembunyi di lantai 3 yang hanya semacam plafon.

“Iya, saya panik kemudian bersembunyi ke atas. Saya saking takutnya,” katanya ditemui Kompas.com saat proses reka ulang, Senin (3/9/2012).

Nardi yang berprofesi sebagai penjual beli mobil mengaku baru kali pertama mengunjung tempat tersebut. Dia mengetahui tempat tersebut diperoleh dari temannya.

Dia membeli poin kepada Linda Gunawan (LG) sebagai kasir yang kerap pelayani penjudi. Saat itu di membeli poin sebanyak 2.000 seharga Rp 100 ribu. Sedangkan 1.000 poin seharga Rp 50 ribu. Nardi (57) yang beralamat di Pademangan Raya, RT 05/02, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara itu mengaku memiliki istri dan 1 anak.

“Saya dikasih tahu sama kawan, pada hari Rabu. Katanya ada buka baru permainan di sini. Ya, saya coba ke sini,” ujar Nardi.

Pola perjudian ini, yaitu pemain mesti membeli minimal 1.000 poin seharga Rp 50 ribu. Kemudian kasir Linda Gunawan sebagai kasir melayani dengan memberikan semacam kartu yang digesekan kepada salah satu perangkat komputer.

Kalah Judi “Online”, Yusharyanto Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Kalah bermain judi pokerrepublik online hingga Rp 64 juta, Yusharyanto Kojongan pegawai di kantor Balai Pelayaan Penempatan dan Perlindungan TKI BP3TKI Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara merekayasa laporan palsu kepada Kepolisian Sektor Kemanan Pelabuhan KSKP Tunon Taka Nunukan.

Dalam laporannya warga Jl Pelabuhan Baru tersebut mengaku kehilangan uang sebanyak Rp 64 juta usai mengambil uang dari bank.

“Menurut dia, dia membawa uang didalam tas, ditinggal tidur kemudian tasnya hilang,” ujar Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Suparno Kamis (5/1/2016).

Kepolisian yang mengetahui latar belakang pelapor merupakan pemain judi online kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah melakukan reka ulang dan penyelidikan, kepolisian menemukan banyak kejanggalan.

Polisi kemudian melakukan interogasi secara intensif. Dari pemeriksaan pelaku mengaku bahwa telah menggelapkan uang tender dari pemerintah daerah untuk kegiatan katering pada SKPD Diknas, Dishutbun dan DKPP untuk berjudi online.

“Kami periksa rekening korannya. Kami dalami tadi malam dari rekening korannya dia mengaku menarik uangnya untuk judi online,” ujar Suparno.

Dari hasil pemeriksaan rekening koran, Yusharyanto beberapa kali melakukan transfer sejumlah uang kepada pengelola judi online sejak dari tanggal 1 Januari hingga 3 Januari 2017. Tercatat 4 kali pelaku melakukan transfer kepada pengelola judi online.

Terhadap tindakan pemalsuan laporan kepada polisi, Kepolisian Resort Nunukan menjerat pelaku dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 2 bulan.

”Orang yang sebenarnya mengetahui tidak ada suatu kejadian tindak pidana, tapi dia melaporkan seolah-olah terjadi pindak pidana atau laporan palsu ancamannya 1 tahun 2 bulan,” ucap Suparno.