Yamaha Virago Retro

Akhir-akhir ini harga Yamaha Virago makin tak masuk akal. Tapi yang paling bisa disalahkan atas naiknya harga motor bermesin V-Twin tersebut tentu saja Greg Hageman.

Ia telah berhasil mengubah pandangan atas motor tersebut dengan modifikasi yang menarik. Kali ini, Hagemen kembali membangun motor berkode XV920 itu terinspirasi dari motor retro.

Selama beberapa tahun terakhir, ia membuat beberapa Sportster dan CX500 yang fantastis. Dia melakukan pekerjaan hebat, terutama saat diberi kebebasan seperti halnya dengan modifikasi kali ini.

Yamaha Virago Retro

Pertama yang dibangunnya adalah tangki bahan bakar. Dengan bentuk sedikit membulat, tangki tersebut dikawinkan dengan unit aftermarket untuk memastikan pas di atas bingkai.

“Ini memberikan tampilan yang jauh lebih ringan,” kata Greg.

Suspensi dan roda terlihat cocok dengan produk retro. Bagian depan merupakan model Sportster dengan rem drum XS-1. Bagian belakang diambil dari XS650, dengan ujung velg memakai Excel dengan jari-jari stainless.

Yamaha Virago Retro

Tak ada modifikasi radikal dalam mesin. Motor tersebut memang punya reputasi baik dan handal. Mesin dicat dengan glossy hitam dengan tangki berwarna serupa.

Bentuknya terlihat retro dengan jok dan swingarm yang dibuat khusus. Greg sangat gembira dengan hasil karyanya itu. Motor itu pada akhirnya menjadi suatu kesenangan untuk dikendarai.

Ini Raja Reli Dakar

Dengan keberhasilan BMW R Ninet, kita tak bisa menyalahkan motor Bavarian tersebut karena ingin memanfaatkan kesuksesan model itu. Mereka telah meningkatkan lima varian yang dirancang untuk menarik berbagai sektor pasar.

Keinginan untuk memberi penghormatan kepada enduro G/S membutuhkan banyak hal. Sayangnya R Ninet tak cukup menantang padang pasir.

Tapi jangan takut, karena XTR Pepo dari Spanyol ada di sini. Ia membangun motor R Ninet menjadi replika ras Paris Dakar yang otentik.

“Saya membuka rangkaian gaya menyesuaikan diri dari motor balap Endurance ke motor Off-Riad, tapi selalu tentang balap motor. Saya sangat menyukai motor Dakar di Paris, tapi tahun-tahun pertama, sejak awal tahun 80’an, saya balapan benar-benar di kawasan Afrika,” kata bos XTR.

Ini Raja Reli Dakar

Ia menjelaskan hal itu tak serumit tantangan yang akan dihadapi. Tapi ada area penting dari usaha pabrikan BMW, yang paling jela s adalah tangki mungil dengan kapasitas bahan bakar maksimal 17 liter.

Jadi dengan motor yang dipreteli, tangki bahan bakar asli BMW GS 80 Paris Dakar masuk sehingga lebih ramah. Prosesnya makin sulit karena ada rencana memasang knalpot tinggi sehingga harus mengubah stok airbox.

Ini Raja Reli Dakar

Sementara bagian ekor dan jok diambil dari katalog Moto dengan sedikit modifikasi agar sesuai dengan kriteria desain. Perubahan yang tepat dibuat untuk melindungi motor dari lumpur.

Jangan lupa juga bubuhi motor dengan cat yang pas khas BMW Racing biar makin oke!