Dovizioso Butuh Stoner Untuk Jadi Raja MotoGP 2017

Ducati telah mematangkan persiapan untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2017. Andrea Dovizioso pun dianggap butuh sosok Casey Stoner.

Salah satu skenario yang dilakukan adalah menurunkan Stoner dan Michele Pirro untuk menjalani pengujian motor Desmocedici GP17 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Selama tiga hari mereka bakal menggeber motor untuk dipakai Dovizioso.

Itu merupakan penampilan ketiga Stoner sejak kembali ke pabrikan Italia tersebut. Sebelumnya Stoner tampil dalam pengujian pramusim di Sepang dan Barcelona.

Dovizioso Butuh Stoner Untuk Jadi Raja MotoGP 2017

Bos Ducati Gigi Dall’Igna juga telah mengambil sikap seperti itu. Menurutnya data yang dikumpulkan bakal dipakai untuk serangan terakhir yang akan dilakukan Dovizioso.

“Ini adalah situasi yang perlu diperhatikan. Untuk pabrikan Jepang pergi ke Eropa jelas tidak mungkin dan tidak ekonomis untuk melakukan tes semacam ini,” kata Dall’Igna.

Itu juga merupakan strategi untuk memanfaatkan peluang juara. Sebab Valencia akan dijadikan sebagai arena pertempuran terakhir bagi ketiga kandidat juara yakni Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Maverick Vinales.

Vinales Merindukan Rossi

Maverick Vinales, sudah merindukan kehadiran rekan setimnya, Valentino Rossi. Vinales berharap The Doctor segera pulih dan kembali ke lintasan agar bisa membandingkan data.

“Jika Valentino Rossi kembali maka akan menjadi hal yang bagus untuk semua orang. Tertuama untuk saya karena saya bisa membandingkan data dengan miliknya. Dia mengenal motor dengan baik dan kami bisa bersama-sama,” kata Vinales.

Rossi melewatkan balapan MotoGP San Marino akhir pekan lalu. Ia masih menjalani pemulihan cedera patah kaki.

Vinales Merindukan Rossi

Rossi juga diprediksi belum bisa kembali ke lintasan pada MotoGP Aragon pada 24 September 2017. Movistar Yamaha sudah menunjuk Michael van der Mark sebagai pebalap pengganti Rossi.

Absen di beberapa seri MotoGP 2017 tentu sangat merugikan Rossi. Kesempatannya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2017 bisa dibilang telah tertutup.

Valentino Rossi kini masih bercokol di posisi empat klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 157 poin. Ia terpaut 42 angka dari pemuncak klasemen, Marc Marquez, dengan sisa lima seri balapan.

Persaingan Ketat Dovizioso dan Marquez

Andrea Dovizioso membidik kemenangan MotoGP Aragon pada 24 September 2017. Padahal sejauh ini, Marc Marquez yang difavoritkan untuk menjadi juara di sana.

Dovizioso tengah bersaing ketat dengan Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Kedua rider sama-sama mengoleksi 199 poin dengan lima balapan tersisa.

“Di Aragon kami harus keluar untuk menang. Itu yang harus menjadi tujuan kami. Jika kami tak berpikir demikian, bagaimana kami berharap bisa mengalahkan seseorang seperti Marc?” kata Dovizioso.

Persaingan Ketat Dovizioso dan Marquez

Rider Ducati tersebut mengaku harus bekerja lebih keras. Kendati Marquez lebih diunggulkan, namun ia tak mau kalah untuk kali ini.

“Meskipun Aragon adalah salah satu trek favorit Marquez. Itu membuat perbedaan, tapi kami tak bisa mengatakan kami tak ingin mencoba menang di sana,” tuturnya.

Apalagi melihat balapan di GP San Marino akhir pekan lalu. Dovizioso tak diunggulkan, namun ia bisa finis di posisi tiga.

“Secara teori kami harusnya tak kompetitif di Misano, tapi kami bisa tampil cepat. Jadi sulit membuat prediksi,” tutur Dovizioso.

Johann Zarco Berlari Sampai Garis Finis

Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco menjadi sosok yang paling menyedot perhatian selain Marc Marquez. Zarco harus bernasib sial sesaat sebelum mencapai garis finis.

Pembalap asal Prancis tersebut mengalami gangguan mesin beberapa meter dari garis finis. Tiba-tiba YZR M-1 yang dipakainya pun mati.

Zarco tetap tak menyerah dan memilih menyelesaikan balapan dengan mendorong motor hingga garis finis. Situasi tersebut membuat Zarco yang awalnya bisa finis di urutan ketujuh terpaksa rela melorot ke posisi 15 dan hanya mendapat satu poin.

Johann Zarco Berlari Sampai Garis Finis

Juara dunia Moto2 tersebut terlihat kesal dengan keadaan itu. Entah apa yang terjadi di balik helmnya, namun ia memperlihatkan gestur tak nyaman.

Sebelum balapan, ia mengaku pesimis dengan motor yang dipakainya. Apalagi, ia juga pernah mengalami crash saat free pratice.

“Saya sempat mengalami kecelakaan karena terlalu memaksa motor. Jadi kami harus bekerja keras dan menemukan solusi untuk menjadi lebih cepat,” ujar Zarco.

Ia kini menjadi debutan paling bersinar pada MotoGP 2017. Zarco berada di posisi enam klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 110 poin.

What a heroic effort from Zarco as he pushes his bike over the line!

He still finished in the points  pic.twitter.com/05mFvPO0F6

— MotoGP™🇸🇲 (@MotoGP) September 10, 2017

Lorenzo Butuh Desmosedici Yang Berbeda

Andrea Dovizioso menganggap faktor penyebab lambatnya proses adaptasi Jorge Lorenzo karena gaya balap yang tak sesuai karakteristik motor. Dovi pun menyarankan agar Ducati memberi motor yang benar-benar berbeda untuk X-Fuera.

“Ini sebenarnya aneh, kita semua tahu betul apa yang terjadi dengan Lorenzo. Para pembalap Ducati lainnya sudah mengenal dengan benar tata letak lintasan meski menggunakan motor tanpa fairing. Namun Lorenzo adalah cerita berbeda,” katanya.

Lorenzo sampai saat ini masih tercecer di posisi tujuh klasemen sementara. Rider Spanyol tersebut belum mampu memenangi balapan musim ini.

Situasi yang berbanding terbalik dengan capaian Dovizioso. Dovi kini sudah empat kali memenangkan balapan bahkan menjadi pemuncak klasemen.

“Dia memiliki gaya balap yang berbeda dan membutuhkan sesuatu yang berbeda dari motornya, ketimbang semua pembalap Ducati lainnya,” tukasnya.

Lorenzo Butuh Desmosedici Berbeda

Lorenzo merasakan sesuatu yang positif menjelang balapan di Misano. Ia juga punya target besar karena catatan bagus selama tampil di GP San Marino.

Modal Lorenzo adalah empat kemenangan yang dicatatkannya. Pertama di kelas 250cc, sementara tiga kemenangan di MotoGP 2011, 2012 dan 2013.

“Target di Misano adalah untuk mengonfirmasi kecenderungan menanjak yang sudah kami perlihatkan dalam beberapa balapan terakhir, saat kami menambah lebih banyak pengalaman dan rasa percaya diri di atas motor. Tes yang sudah kami lakukan di sini sangatlah positif dan akan berguna untuk punya fondasi awal yang bagus sedari hari pertama,” tutur Lorenzo.