Pernah Alami Hal Sama, Zizou Anggap Biasa Soal Cemooh Ke Bale

Fans Real Madrid, Madridista tak henti-hentinya mengkritik winger Gareth Bale yang penampilannya dianggap turun. Di saat pemain macam Isco malah merekah dan Cristiano Ronaldo tampil stabil, performa eks pemain Southampton dan Spurs ini dianggap kurang moncer.

Manajer Los Blancos, Zinedine Zidane menganggap cemooh dari fans ke pemain sayap asal Wales ini biasa saja. Ia juga pernah menjadi serangan kritik fans ketika masih memperkuat Madrid sebagai pemain.

Dilaporkan media Spanyol, AS, juru taktik asal Prancis yang pernah menangani Castilla ini menyebut penampilan Bale tetap memuaskannya.

“Saya bilang bahwa kita harus sabar dengan Bale dan kita tahu bahwa jika dia fit. Dia amat bagus, namun dia butuh waktu. Akan ada masanya nanti untuk melihat performa terbaik Gareth,” ucap Zizou.

“Saya nggak bisa bilang apa alasan fans mencemoohnya, karena saya tidak ada dalam pikiran mereka (Madridista),” sambung Zidane.

“Namun stadion ini sudah mengkritik semua pemain. Itu bagian dari karier pemain dan kadang akan bagus jika Anda menyadari ada yang berjalan tidak pada seharusnya,” pungkas ayah Enzo Zidane ini.

Dovizioso Butuh Stoner Untuk Jadi Raja MotoGP 2017

Ducati telah mematangkan persiapan untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2017. Andrea Dovizioso pun dianggap butuh sosok Casey Stoner.

Salah satu skenario yang dilakukan adalah menurunkan Stoner dan Michele Pirro untuk menjalani pengujian motor Desmocedici GP17 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Selama tiga hari mereka bakal menggeber motor untuk dipakai Dovizioso.

Itu merupakan penampilan ketiga Stoner sejak kembali ke pabrikan Italia tersebut. Sebelumnya Stoner tampil dalam pengujian pramusim di Sepang dan Barcelona.

Dovizioso Butuh Stoner Untuk Jadi Raja MotoGP 2017

Bos Ducati Gigi Dall’Igna juga telah mengambil sikap seperti itu. Menurutnya data yang dikumpulkan bakal dipakai untuk serangan terakhir yang akan dilakukan Dovizioso.

“Ini adalah situasi yang perlu diperhatikan. Untuk pabrikan Jepang pergi ke Eropa jelas tidak mungkin dan tidak ekonomis untuk melakukan tes semacam ini,” kata Dall’Igna.

Itu juga merupakan strategi untuk memanfaatkan peluang juara. Sebab Valencia akan dijadikan sebagai arena pertempuran terakhir bagi ketiga kandidat juara yakni Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Maverick Vinales.

Batal Hengkang, Fellaini Dapat Kontrak Baru Di MU

Marouane Fellaini sempat menjalani masa di MU dengan penuh drama. Ia kerap terombang-ambing antara dipertahankan atau didepak.

Bahkan bursa transfer musim panas kemarin, Fellaini hampir hengkang ke Galatasaray. Piham klub Turki mengklaim sudah tinggal menggaetnya di deadline transfer.

Batal Hengkang, Fellaini Dapat Kontrak Baru Di MU

Tapi semuanya batal. Dan Jose Mourinho jelas masih merasa puas dengan performa eks gelandang Everton ini. Mou mengamankan posisi Fellaini. Dilansir The Mirror, Mou juga yang memblok kesepakatan dini Fellaini dengan Galatasaray.

Fellaini mendapat setahun lagi perpanjangan kontrak karena usianya yang sudah mencapai 30 tahun. Tapi jika performanya cukup oke, gelandang Belgia ini kayaknya tetap diusahakan untuk tegal tinggal di Old Trafford.

Egy Maulana Topskor AFF U-18, Arema Datang Menggoda

Indonesia memastikan juara ketiga di Piala AFF U-18 usai membantai Myanmar 7-1. Garuda Muda bisa mengobati kekecewaan gagal ke final dengan trofi ketiga ini.

Tapi siapa lagi yang diomongin banget selain penyerang timnas, Egy Maulana Vikri. Egy moncer ngegolin gawang Myanmar lagi dengab dua golnya.

Dengan delapan gol sepanjang turnamen Egy sudah hampir dipastikan menjadi topskorer di AFF ini. Karena hampir mustahil torehan Egy dikejar pemain lainnya.

Egy Maulana Topskor AFF U-18, Arema Datang Menggoda

Nah sesuai prediksi nih, pemain yang diklat di Ragunan langsung banyak digoda klub klub Tanah Air. Arema FC bahkan sudah menyampaikan minatnya.

“Dia pemain yang paling menonjol. Kami tentu tertarik dengan bakatnya,” kata Joko Susilo, pelatih Arema FC.

Tapi usia Egy yang masih 17 tahun perlu jam terbang lebih banyak lagi. Joko percaya Egy takkan bisa diboyong langsung untuk masa-masa sekarang.

“Sepertinya akan lebih baik kalau kariernya dilanjutkan di timnas kelompok usia dulu. Itu akan lebih baik untuk meningkatkan jam terbang,” ujarnya lagi.

Statistik ‘Singkat’ Melebihi Messi, Egy Maulana Merendah

Popularitas penyerang timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri semakin meroket. Medsosnya kini banyak diikuti oleh pengagum berat ataupun pendukung timnas, juga cewek-cewek ABG.

Nggak heran penyerang 17 tahun ini emang moncer banget selama membela timnas di Piala AFF U-18. Meski gagal ke final, Egy Maulana punya catatan mentereng kala bergerak mengacak-acak pertahanan Thailand di Stadion Thuwunna, Myanmar, Jumat (15/9/2017) lalu.

Egy bikin bek-bek tim Gajah Putih kocar-kacir. Data dari Labbola nunjukin pemain yang dibandingin mulu sama Lionel Messi ini itu mencatatkan tujuh dribel sukses dari tujuh kali percobaan.

Media nasional lalu mengambil statistik singkat. Messi di laga melawan Juventus pada ajang Liga Champions, punya statistik lima kali berhasil melewati lawan dari lima kali percobaan alias juga seratus persen.

Statistik 'Singkat' Melebihi Messi, Egy Maulana Merendah

Nah dari statistik yang sebenernya dangkal itu, Egy memang melebihi Messi. Tapi okelah sah-sah aja, karena euforia kita punya bibit pesepakbola jempolan di diri Egy nggak boleh dikendorin.

Nah Egy yang karakter menyerangnya mirip banget sama Messi dari gaya dribling dan menembaknya dengan kaki kiri pun nggak mau disanding-sandingin. Selain masih jauh, Egy yang merendah bilang bahwa ia harus bekerja keras jika terus disandingkan dengan megabintang Barcelona tersebut.

“Aduh, saya masih jauh. Saya belum apa-apa. Jangan terlalu jauh membandingkan karena saya harus banyak belajar lagi, bekerja keras, dan berdoa agar permainan lebih bagus lagi,” kata Egy.

“Siapa sih yang enggak mau (disandingkan Messi). Namun, saat ini, masih jauh,” kata pemain yang juga mengawali posisi sebagai playmaker itu.

Egy masih di Persab Brebes. Tapi usai AFF U-18 nanti, dipastikan banyak proposal klub besar Liga 1 bahkan internasional yang bakal melamarnya.

Vinales Merindukan Rossi

Maverick Vinales, sudah merindukan kehadiran rekan setimnya, Valentino Rossi. Vinales berharap The Doctor segera pulih dan kembali ke lintasan agar bisa membandingkan data.

“Jika Valentino Rossi kembali maka akan menjadi hal yang bagus untuk semua orang. Tertuama untuk saya karena saya bisa membandingkan data dengan miliknya. Dia mengenal motor dengan baik dan kami bisa bersama-sama,” kata Vinales.

Rossi melewatkan balapan MotoGP San Marino akhir pekan lalu. Ia masih menjalani pemulihan cedera patah kaki.

Vinales Merindukan Rossi

Rossi juga diprediksi belum bisa kembali ke lintasan pada MotoGP Aragon pada 24 September 2017. Movistar Yamaha sudah menunjuk Michael van der Mark sebagai pebalap pengganti Rossi.

Absen di beberapa seri MotoGP 2017 tentu sangat merugikan Rossi. Kesempatannya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2017 bisa dibilang telah tertutup.

Valentino Rossi kini masih bercokol di posisi empat klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 157 poin. Ia terpaut 42 angka dari pemuncak klasemen, Marc Marquez, dengan sisa lima seri balapan.

Persaingan Ketat Dovizioso dan Marquez

Andrea Dovizioso membidik kemenangan MotoGP Aragon pada 24 September 2017. Padahal sejauh ini, Marc Marquez yang difavoritkan untuk menjadi juara di sana.

Dovizioso tengah bersaing ketat dengan Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Kedua rider sama-sama mengoleksi 199 poin dengan lima balapan tersisa.

“Di Aragon kami harus keluar untuk menang. Itu yang harus menjadi tujuan kami. Jika kami tak berpikir demikian, bagaimana kami berharap bisa mengalahkan seseorang seperti Marc?” kata Dovizioso.

Persaingan Ketat Dovizioso dan Marquez

Rider Ducati tersebut mengaku harus bekerja lebih keras. Kendati Marquez lebih diunggulkan, namun ia tak mau kalah untuk kali ini.

“Meskipun Aragon adalah salah satu trek favorit Marquez. Itu membuat perbedaan, tapi kami tak bisa mengatakan kami tak ingin mencoba menang di sana,” tuturnya.

Apalagi melihat balapan di GP San Marino akhir pekan lalu. Dovizioso tak diunggulkan, namun ia bisa finis di posisi tiga.

“Secara teori kami harusnya tak kompetitif di Misano, tapi kami bisa tampil cepat. Jadi sulit membuat prediksi,” tutur Dovizioso.

Wah, Ancelotti Menuju Liga China Musim Depan

Carlo Ancelotti yang belum lama menangani Bayern Munchen santer akan cabut musim depan. Kabarnya mengejutkan karena Don Carlo kabarnya menuju Liga Super China.

Bukan cuma sekadar rumor angin lalu karena hal tersebut disampaikan oleh mantan gelandang Die Roten, Mario Basler.

Wah, Ancelotti Menuju Liga China Musim Depan

Kondisi Bayern memang lagi kurang terengginas. Itu disebut karena Ancelotti memang sudah kurang fokus menukangi tim Allianz Arena.

Disebutkan Basler bahwa Ancelotti sudah melakukan negosiasi dan menandatangani prakontrak dengan klub China. Dipercaya bahwa klub itu adalah Guangzhou Evergrande.

“Ancelotti sudah mengikat kesepakatan dengan klub China. Dia akan pergi pada Januari, karena itu saat dimulainya kompetisi di sana,” ujarnya di Football Italia.

“Saya tidak bisa menjamin 100 persen berita ini. Tapi sumber saya bisa dipercaya,” jelasnya.

Ini Dia Fakta Timnas Indonesia Dibalik Piala dunia 1938

Pasti banyak dari lo yang enggak tau kalo tim sepak bola Indonesia merupakan negara Asia pertama yang lolos ke final Piala Dunia di tahun 1938. Jadi jangan pernah deh ngira kalo Indonesia enggak pernah tampil di Piala Dunia.

Emang sih, catatan cemerlang tim sepak bola Indonesia saat itu belum banyak yang tau. Mungkin karena momen itu udah terlampau lama dan banyak orang-orang yang males membaca sejarah.

Fakta Timnas Indonesia Dibalik Piala dunia 1938

Tapi enggak usah khawatir. Gue akan kasih tau 3 fakta di balik aksi Indonesia di Piala Dunia 1938.

 

Belum ada nama Indonesia

Indonesia berpartisipasi dalam Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis. Nah saat itu Indonesia belum merdeka nih jadi tim sepak bola tersebut memakai nama tim nasional sepak bola Hindia Belanda atau nama internasionalnya Dutch East Indies.

 

Lolos karena Jepang mengundurkan diri

Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 terdiri dari dua negara, Hindia Belanda dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir enggak ada.

Tapi, Indonesia atau Hindia Belanda, akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 karena Jepang mundur dari babak kualifikasi. Saat itu Jepang lagi berperang dengan Cina bro.

 

Tetap dapat pujian walaupun kalah

Tim Hindia Belanda berhadapan dengan tim kuat Hongaria di Stade Velodrome, Reims tanggal 5 Juni 1938. Hongaria sendiri menjadi salah satu tim sepak bola terkuat dunia hingga tahun 1960-an.

Walaupun kalah melawan Hongaria, tapi gaya permainan tim Hindia Belanda waktu itu dipuji loh sama media Prancis. Ia memuji striker tim Hindia Belanda karena gaya menggiring bolanya.

Tim sepakbola Hindia Belanda (sekarang adalah Indonesia) dibantai 6-0 oleh tim Hungaria – sekali bertanding dan kalah.

Johann Zarco Berlari Sampai Garis Finis

Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco menjadi sosok yang paling menyedot perhatian selain Marc Marquez. Zarco harus bernasib sial sesaat sebelum mencapai garis finis.

Pembalap asal Prancis tersebut mengalami gangguan mesin beberapa meter dari garis finis. Tiba-tiba YZR M-1 yang dipakainya pun mati.

Zarco tetap tak menyerah dan memilih menyelesaikan balapan dengan mendorong motor hingga garis finis. Situasi tersebut membuat Zarco yang awalnya bisa finis di urutan ketujuh terpaksa rela melorot ke posisi 15 dan hanya mendapat satu poin.

Johann Zarco Berlari Sampai Garis Finis

Juara dunia Moto2 tersebut terlihat kesal dengan keadaan itu. Entah apa yang terjadi di balik helmnya, namun ia memperlihatkan gestur tak nyaman.

Sebelum balapan, ia mengaku pesimis dengan motor yang dipakainya. Apalagi, ia juga pernah mengalami crash saat free pratice.

“Saya sempat mengalami kecelakaan karena terlalu memaksa motor. Jadi kami harus bekerja keras dan menemukan solusi untuk menjadi lebih cepat,” ujar Zarco.

Ia kini menjadi debutan paling bersinar pada MotoGP 2017. Zarco berada di posisi enam klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 110 poin.

What a heroic effort from Zarco as he pushes his bike over the line!

He still finished in the points  pic.twitter.com/05mFvPO0F6

— MotoGP™🇸🇲 (@MotoGP) September 10, 2017