Ikhsan Menjelma Jadi “Raja” Konro, Lepas Jabatan Senior Manager

Ikhsan Menjelma Jadi “Raja” Konro, Lepas Jabatan Senior Manager – Menduduki jabatan tinggi disuatu perusahaan besar tentu jadi idaman banyak orang. Gaji melimpah dan prestise yang besar menjadi daya tarik utamanya. Namun Ikhsan Ingratubun (49) justru rela melepas jabatan Senior Manager di PT Bakrie Telecom Tbk untuk menekuni bisnis kuliner khas daerah kelahirannya yaitu Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak berkarir di Bakrie Telecom 1995 silam, Ikhsan sudah memiliki jiwa entrepreneur dan keinginan menjadi pengusaha. Hal itulah yang membulatkan tekadnya hingga tak bisa lagi dibendung bahkan oleh jabatan dan gaji melimpah.

Tekad besar Ikhsan menjadi seorang pengusaha ditunjukkan saat membuka rumah makan seafood Pondok Makassar di Mampang, Jakarta Selatan pada 1998 silam. Jabatan tinggi yang ia duduki di perusahaan tak lantas membuatnya duduk santai memandangi bisnis kulinernya. Ikhsan yang berusia 30 tahun saat itu ikut turun tangan membangun usahanya itu dari awal. Bahkan ia ingat betul, sehabis pulang dari kantor, ia langsung pergi mengurus bisnis kulinernya mulai pukul 17.00 WIB hingga tengah malam.

“Tetapi alhamdulillah ternyata mendapat sambutan dihati penggemar kuliner Makassar,” ujarnya saat bercerita kepada Kompas.com. Dua tahun berselang, bisnis kuliner Pondok Makassar kian berkembang dan terkenal dengan nama Raja Iga Daeng Naba. Dua kata terakhir itu adalah nama panggilan Ikhsan saat kecil.

Tetapi, perkembangan itu justru membuatnya dihadapkan pada pilihan sulit antara membagi waktu untuk karirnya di Bakrie Telecom atau untuk cita-citanya di bisnis kuliner. Ikhsan menyadari betul karir profesionalnya sebagai senior manajer dan usaha yang ia rintis memiliki tangung jawab yang sama-sama besar. Namun ia lantas mengambil keputusan untuk memilih bisnis kulinernya dan melepas jabatan Senior Manager di Bakrie Telecom. Meski diakui berat, pilihan Ikhsan terbukti jitu. Dengan kerja keras dan dukungan keluarga, Ikhsan kini menjelma menjadi raja konro Makassar. Bisnis Raja Iga Daeng Naba-nya sudah tersohor bagi para penggemar masakan Makassar di Jakarta dan sekitarnya,

Kini, Ikhsan memilik 4 gerai Raja Konro Daeng Naba dengan dua diantaranya adalah tempat makan dengan konsep pengembangan tenda. Konsep pengembangan tenda dilakukan untuk membuat Raja Konro Daeng Naba bisa lebih dekat dengan masyarakat lantaran harganya jadi lebih terjangkau. Soal omzet, Ikhsan enggan mengungkapnya. Namun ia memastikan omzet bisnis kulinernya jauh lebih besar dari gajinya bekerja sebagai senior manajer 17 tahun silam. Lagi pula ucap dia, tujuannya mengembangkan bisnis kuliner tak semata-mata lantaran keuntungan. Ada hal lain yang menurutnya lebih penting dari sekedar cari untung. “Kuncinya adalah niatnya barokah untuk bisa memberikan makan kepada orang lain, bukan keuntungan, karena tuhan maha tahu apa yang ada dalam hati hambanya,” ucapnya.

Di Masa Depan Pengamat Sebut Usaha Uber dan Gojek Bisa Mati

Di Masa Depan Pengamat Sebut Usaha Uber dan Gojek Bisa Mati – Potensi perusahaan berbasis teknologi seperti financial technology (fintech) dan e-commerce memang besar. Bahkan diprediksi potensi ekonomi digital pada 2019 bisa mencapai 130 miliar dolar AS. Hanya saja, Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai, persaingan pun akan semakin ketat. Maka ia menegaskan, bukan tidak mungkin platform semacam Gojek dan Uber akan mati.

“Nanti yang namanya Gojek dan Uber mati juga karena data sudah tersedia dan akan disaring mana yang kredible dan tidak kredible. Dengan begitu, nanti kalau saya butuh mobil saya bisa langsung ke orangnya tidak perlu aplikasi perantara lagi,” ujar Faisal kepada wartawan saat ditemui di Menara Bank Central Asia (BCA), Rabu, (13/9).

Menurutnya pelaku fintech serta e-commerce sangat luar biasa sebab memiliki data. “Lewat data itu fintech akan seleksi orang melalui mesin,” tambah Faisal. Meski begitu dirinya mengatakan, keberadaan otoritas keuangan seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan tetap diperlukan. Hal itu karena, berhubungan dengan perlindungan konsumen.

“Tapi jangan perlu ada kementerian baru. Pasalnya, fintech semakin tidak diatur semakin lincah. Jadi roadmap tujuannya bukan ngatur tapi gimana negara hadir untuk majukan digital ekonomi,” tuturnya.

Bagi Faisal, ke depan fintech berkemungkinan menyatukan Asia Tenggara (Asean) bahkan dunia. “Ya sekarang setidaknya fokus satukan seluruh Indonesia yang mempunyai lebih dari 17.200 pulau,” katanya.

Ibunda Julia Perex Tak Sengaja Melihat Foto Anaknya Sendiri di Air

Ibunda Julia Perex Tak Sengaja Melihat Foto Anaknya Sendiri di AirIbunda Julia Perex Tak Sengaja Melihat Foto Anaknya Sendiri di Air – Memeringati 100 hari meninggalnya Julia Perez alias Jupe, keluarga besarnya menggelar pengajian di rumahnya, di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (17/9). Ratusan anak yatim dan kerabat Jupe menghadiri pengajian tersebut. Berdasarkan pantauan Warta Kota di kediaman Jupe, orangtua Jupe dan adik-adiknya tampil kompak mengenakan busana serba hijau. Begitu juga dengan tamu-tamu yang duduk di kursi depan mengenakan busana warna senada.

Sejumlah ustaz kondang turut hadir dalam kesempatan itu, seperti Ustaz Zacky Mirza yang memberikan tausiah. Acara pengajian juga diisi dengan pembacaan doa, siraman rohani oleh ustaz dan ustazah. “Kali ini, acara 100 harian lebih khidmat, lebih banyak berdoa, lebih banyak pengajiannya, lebih lama, lebih ramai dibanding kemarin-kemarin dan anak yatimnya lebih banyak ngundangnya,” ujar adik Jupe, Nia Anggia, di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (17/9/2017). Seperti diberitakan sebelumnya, Jupe meninggal dunia di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, 10 Juni 2017. Jupe selama berbulan-bulan berjuang melawan penyakit kanker serviks. Jasadnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Warna favorit

Nuansa serba hijau termasuk dekorasi dalam 100 hari Julia Perez, menurut Sri Wulansih—ibunda Julia Perez, serba kebetulan. Pasalnya, Sri Wulansih tidak sengaja melihat foto Jupe mengenakan busana hijau. Menurut Anggia—adik Jupe, kakaknya suka hijau. Lantas, warna itu dijadikan tema dekorasi. “Mama kan waktu dua hari lalu naik ke atas, nggak sengaja lihat foto dia (Jupe) yang sendiri di air, Nyi Roro Kidul. Kita yang, ‘oh iya ya kalau almarhum senang warna ijo’. Akhirnya pengajian 100 hari kita pakai baju ijo-ijo,” ucapnya.

Sementara itu, mantan penyanyi Cherrybells, Sarwendah, berziarah ke makam Jupe di TPU Pondok Ranggon. Kedatangan istri Ruben Onsu ke makam Jupe bersama sang buah hati, Thalia Putri Onsu. Sambil menggendong putri kecilnya, Sarwendah berlutut di samping makam pelantun lagu Belah Duren tersebut. “Aku sengaja menyempatkan datang karena kan 100 harian,” ujarnya di TPU Pondok Ranggon. Menurutnya, sebelum mengunjungi makam Jupe, dia ke makam ayahnya yang juga dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. “Aku udah bilang kalau kita mau ke Opa dulu baru ke Aunty (Jupe). Tadi ke makam papa dulu baru ke sini, nanti ke rumahnya untuk 100 harian,” ucapnya. Dia menambahkan, suaminya tak bisa menemaninya ke makam. “Bensu (Ruben Onsu—Red) kemarin udah sibuk bantuin di rumahnya untuk 100 harian, kalau sekarang Bensu lagi di luar kota,” ucapnya.

Ternyata SPG Cantik Yang Dibunuh Driver Grab Mempunyai Hubungan Begini

Ternyata SPG Cantik Yang Dibunuh Driver Grab Mempunyai Hubungan BeginiTernyata SPG Cantik Yang Dibunuh Driver Grab Mempunyai Hubungan Begini – Peri Sugianto (27), driver ojek online, GrabBike yang menjadi tersangka kasus pembunuhan ternyata sudah lama mengenal korban bernama Dini Oktaviani (19). Tersangka sudah sering mengantar dan menjemput korban yang bekerja sebagai sales promotion girls di perusahaan produk kecantikan. “Pelakunya temen juga. Sudah kenal juga sering mengantar dengan ojek. Sering antar ke sana ke mari,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (22/9/2017).

Menurut Argo, motif pembunuhan tersebut karena Peri ingin merampas harta benda korban. “Infonya dari pelaku ingin ambil barang korban,” kata dia. Kejadian pembunuhan berawal ketika korban meminta tersangka mendatangi kamar Apartemen Laguna Tower B, lantai 21, nomor 19, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/9/2017) pagi. Tersangka datang ke apartemen tersebut karena diminta korban untuk mencarikan pinjaman uang melalui jasa rentenir.

“Korban meminta untuk mencarikan orang yang bisa dipinjami duit,” katanya. Namun, saat sedang berbincang di dalam kamar apartemen, tersangka langsung mencekik dan membekap korban dengan bantal.

“Pelaku tahu-tahu langsung melakukan pembekapan, cekik leher sehingga meninggal dan ambil beberapa barang, handphone, TV, dan sudah dijual,” kata dia.
Peri ditangkap aparat gabungan Subdit Resmob dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat sedang berada di Pasar Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (31/9/2017). Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan

Penyebap Sering Terjadinya Kecelakaan Pesawat Di Papua

Penyebap Sering Terjadinya Kecelakaan Pesawat Di PapuaPenyebap Sering Terjadinya Kecelakaan Pesawat Di Papua – Jumlah kecelakaan dan insiden serius yang terjadi di wilayah Papua, memiliki tren yang cenderung meningkat. Hal itu setidaknya dalam kurun tiga tahun terakhir. Menurut Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub, Muzaffar Ismail, hingga pertengahan 2017 ini, sudah ada 6 kecelakaan dan 7 insiden serius di Papua. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015 sebanyak 4 kecelakaan dan 2 insiden serius, serta pada 2016 dengan 6 kecelakaan dan 6 insiden serius.

Kecelakaan serius yang terjadi terakhir adalah tergelincirnya B737-300 kargo milik maskapai Trigana Air di Wamena, pada September 2016 lalu. “Kalau berdasar wilayah, Illaga dan Wamena menjadi dua yang paling sering terjadi,” kata Muzaffar di acara RI-AS Aviation Working Group (AWG) yang digelar oleh Kemenhub dan Kedubes AS di Bali, Selasa (19/9/2017) lalu.

Di Illaga, dalam periode Mei 2016 hingga Juli 2017, sudah terjadi 8 insiden dan accident, sementara di Wamena sebanyak 6 kejadian. Menurut Muzzafar, dari kecelakaan dan insiden serius di Papua, DKPPU menemukan beberapa hal yang menjadi faktor yang berkontribusi. Yang utama adalah disiplin dan prosedur yang meliputi prosedur visual flight rules (VFR), approach procedure (unstabilize approach), dan performa pesawat itu sendiri, seperti muatan, weight & balance, dan performa pesawat di ketinggian.

“Selain itu, kualifikasi pilot, implementasi SMS (Safety Management System), kepatuhan terhadap aspek kelaikudaraan, alat bantu navigasi, infrastruktur bandara, serta cuaca juga turut menjadi faktor,” ujar Muzzafar. Untuk menekan jumlah insiden dan kecelakaan di Papua, Kemenhub menurut Muzzafar telah menyiapkan beberapa upaya, seperti memperpanjang runway, meningkatkan area apron, mereview slot time, serta menambah dan memperbarui peralatan pendukung.

Peralatan-peralatan pendukung yang dimaksud seperti instrumen meteorologi, upgrade layanan navigasi, perbaikan PAPI, pemasangan dan perbaikan NDB, serta membuat SOP baru di wilayah-wilayah yang sering terjadi kecelakaan, seperti di Wamena.

Jokowi Pesan Nasi Padang Dari Istana Lewat Ojek Online

Jokowi Pesan Nasi Padang Dari Istana Lewat Ojek OnlineJokowi Pesan Nasi Padang Dari Istana Lewat Ojek Online – Presiden Joko Widodo memuji seluruh pelaku ekonomi digital di Indonesia, yang cepat memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa mengikuti ritme pergeseran perniagaan dari sistem konvensional menjadi online. Ia lantas menceritakan pengalamannya ketika tak lagi membeli nasi Padang secara konvensional, melainkan memakai aplikasi dalam jaringan (daring; online). Jokowi menceritakan pengalamannya itu saat berpidato membuka seminar “Ekonomi Baru di Era Digital”, di sela-sela Indonesia Business Digital Expo (IBDExpo) 2017 di Jakarta Convention Center, Rabu (20/9/2017).

“Saya sering cerita pesan gado-gado tidak harus ke warung gado-gado. Cukup buka aplikasi Go Food, 30 menit datang. Begitu juga beli satai, bahkan nasi Padang bisa lewat aplikasi, paling lambat satu jam dipesan, sampai di Istana Negara,” kata Jokowi. Menurut Jokowi, aktivitas masyarakat kekinian dalam bertransaksi sudah semakin mudah dan praktis. Masyarakat tidak lagi perlu jauh-jauh ke toko atau ke mal, antri pesanan, dan bayar.

“Cukup keluarkan ponsel buka aplikasi…tik tik tik tik…pesan…bayar via aplikasi, masukkan alamat, tunggu barang segera diantar ke rumah,” ujarnya. Pada kesempatan itu, dihadapan sekitar 500 orang peserta seminar terdiri atas pejabat Kementerian BUMN, direksi dan komisaris BUMN, pengusaha, nasabah perbankan, mahasiswa dan pelajar, Jokowi memaparkan fenomena perobahan dunia yang demikian cepat seiring perkembangan dunia digital.

“Kenapa hal ini saya sebut berkali-kali, supaya kita semua sadar bahwa perubahan itu dari detik ke detik, menit ke menit selalu ada,” ujarnya. Kepala Negara juga menyoroti perlunya antisipasi perubahan gaya hidup, konsumsi masyarakat konsumen di ekonomi digital. “Media sosial mengakibatkan pergeseran dari konsumen barang lebih ke konsumsi pengalaman, konsumsi experience seperti yang sudah kita alami bersama,” tandasnya.Oj

Tidak Dikawal Inilah Gaya Iriana Jokowi Belanja

Tidak Dikawal Inilah Gaya Iriana Jokowi BelanjaTidak Dikawal Inilah Gaya Iriana Jokowi Belanja – Inilah Gaya Iriana Ibu Negara Iriana Jokowi memesan tas jinjing dari kulit ikan pari di pengrajin Boyolali, Jawa Tengah. Berapa ya harganya? “Untuk tas yang dipilih tas jinjing. Modelnya sudah setuju, Hanya bahannya minta semuanya dari kulit ikan pari,” kata Wawan Purnomo sambil memperlihatkan model tas jinjing, Senin (18/9/2017). “Yang kita buat untuk Ibu Jokowi full kulit pari. Harganya Rp 1 jutaan,” jelasnya.

Wawan memperlihatkan tas jinjing berukuran kecil. Model tas jinjing yang tersedia di showroom Zalfa Leather milik Wawan tersebut, merupakan kombinasi kulit ikan pari dan kulit sapi dengan warna merah dan hitam. Kulit ikan pari berwarna merah dan kulit sapi berwarna hitam. Tas pesanan Iriana Jokowi tersebut kini sedang dikerjakan. Wawan meminta waktu satu minggu untuk mengerjakannya, terhitung sejak Jumat (15/9) lalu.

“Sebenarnya Ibu Iriana Jokowi tidak membatasi kapan tas itu harus jadi. Setelah tasnya jadi, saya disuruh telepon. Saya sudah ditinggali nomor teleponnya,” ucap Wawan. Iriana datang langsung ke rumah Wawan di Dukuh Sambon RT 08/02 Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali pada hari Jumat (15/9) lalu. Wawan pun tak menyangka akan kedatangan tamu istri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tersebut. Tas pesanan Iriana Jokowi sedang dikerjakan oleh pengrajin Boyolali. “Ibu Iriana datang ke sini sekitar pukul 10.00 WIB. Setahu saya, hanya berdua sama sopirnya saja,” jelasnya. Kedatangan Iriana yang tanpa pengawalan tersebut untuk membeli tas dan dompet. Kepada Wawan, Iriana mengaku membeli tas dan dompet untuk kondangan.

30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua Ucap Pembunuh Bos Garmen

30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua Ucap Pembunuh Bos Garmen30 Tahun Kerja, Gaji Dibagi Dua Ucap Pembunuh Bos Garmen – Sudah bekerja puluhan tahun tapi ketika pabrik ditutup tak diberi pesangon, membuat tiga sekawan sakit hati terhadap mantan majikannya. Alhasil, mereka bersamuh dan merencanakan perampokan sang bos yang berakhir tragis. Sutarto—sebelumnya ditulis inisial Su—mengakui dulu tak pernah berpikir hubungan baiknya dengan suami istri yang juga bosnya di pabrik garmen, Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53), berubah menjadi perseteruan berdarah. Ia mengaku tega membunuh pasutri bos pabrik Garmen di Tangerang tersebut karena sakit hati. Padahal, ia sudah mengenal keduanya selama lebih dari tiga dekade terakhir. “Saya sudah bekerja dengan mereka selama 30 tahun. Bekerja di pabrik garmennya di Tangerang. Saya juga terkadang menjadi sopir di pabrik,” tutur Sutarto ketika ditanya Kasubdit VI Ranmor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Antonius Agus di RS Bhayangkara Semarang, Rabu (13/9/2017). Rumah Zakaria Husni (58) dan Zakiya Masrur (53) di Jalan Pengairan, nomor 21, RT 11, RW 6, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat [suara.com/M. Fuazi Daulay].

Per pekan, kata Sutarto, ia mendapatkan gaji Rp600 ribu sampai Rp1 juta. Tapi, uang itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan dibagi dua bersama rekan sekerjanya yang juga pelaku bernama Ahmad Zulkifli. “Gajinya memang dibagi dua. Tidak menentu juga dapatnya berapa. Kadang Rp800 ribu, terkadang Rp1 juta seminggu,” tukasnya. Zulkifli—sebelumnya ditulis berinisial AZ—dulu juga sopir pasutri tersebut. Ia sudah bekerja dengan keduanya selama 20 tahun terakhir. Zul ditembak mati polisi karena mabuk dan melawan saat diminta menunjukkan penadah perhiasan hasil curiannya. “Saya sangat mengenal Pak Husni dan Bu Zakiah. Saya sudah bekerja kepada mereka sejak kelahiran anak pertamanya. Saya juga sudah kenal dari anak-anaknya dari kecil hingga kini sudah besar-besar,” terang Sunarto.

Loyalitasnya bekerja kepada korban terusik ketika pabrik garmen tempatnya beraktivitas ditutup pasutri itu sebelum Idul Fitri 2017. Setelah pabik ditutup, pasutri itu hanya mengatakan berterima kasih kepada dua pegawai setianya, Sunarto dan Zulkifli. Mereka tak memberi uang pesangon. “Saya sakit hati dan beberapa waktu terakhir terpikir untuk menagih. Saya mengajak Zul untuk pergi ke rumah mereka bersama, karena dia juga tak dapat pesangon. Tapi Zul ternyata memunyai pemikiran lain, untuk membalas sakit hati dia mengajak merampok,” terangnya.

Zul dan Sutarto juga mengajak mantan karyawan bernama Engkos Kuswara (33). Tidak seperti Zul dan Sutarto, Engkos belum terlalu lama menjadi pegawai, namun dia bersedia mengikuti ajakan Zul. Nyatanya, tidak hanya merampok, ketiganya membunuh pasutri tersebut di rumah mereka di Jalan Pengairan nomor 21, Bendungan Hilir Tanah Abang hari Minggu (10/9/2017) lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Bahkan dua korban dibuang di sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, yang berjaran ratusan kilometer dari Jakarta dengan kondisi dibungkus selimut. Para pelaku ditangkap tim dari Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jatanras Polda Jateng, dan Resmob Polres Grobogan hari Selasa (12/9) malam, sekitar 19.00 WIB. Para pelaku ditangkap saat sedang mabuk dan foya-foya di Hotel dan Karaoke Harmoni Indah, Kabupaten Grobogan.

Viral Ny Foto Anggota TNI Gantikan Ban Mobil Polwan

Viral Ny Foto Anggota TNI Gantikan Ban Mobil PolwanViral Ny Foto Anggota TNI Gantikan Ban Mobil Polwan – Tak hanya kompak dalam menjaga keamanan negara dan mengayomi masyarakat saja. Ternyata, anggota TNI dan Polisi bisa kompak dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh foto yang diunggah akun Instagram @puspentni ini. Foto itu menampilkan seorang anggota TNI yang tengah mengganti ban mobil milik seorang polisi wanita (polwan). Menurut keterangan akun @puspentni, prajurit TNI anggota Babinsa Koramil 16/Colomadu Kodim 0727/Karanganyar, Jawa Tengah, bernama Serda Yuliyanto itu mengganti ban mobil Polwan Bripda Oryza yang bocor. Saat itu, Oryza sedang bertugas mengatur lalu lintas di seputaran Alun-alun Karanganyar. Namun, ban mobilnya kempes.

Tanpa banyak bertanya anggota TNI Serda Yuliyanto langsung bergerak mengganti ban mobil anggota Polri tersebut. Dalam foto yang diunggah, Serda Yulianto yang terlihat lengkap dengan mengenakan seragam tengah mengganti ban mobil Polwan Oryza. Pemandangan itu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Selain itu, warganet memuji aksi TNI tersebut karena bersedia mengganti ban milik sang polwan. “So Sweet”, Anggota TNI Ganti Ban Mobil Polwan. “Di setiap TNI bereaksi, disitu kita kagum..! Makanya ia di cintai, & tdk merugikan rakyat,”puji @nofalliata. “Sungguh mulia hati bpk TNI kita tercinta ini,”tambah @rzk_notario. Tak hanya pujian,juga ada warganet yang guyon dengan mengatakan aksi tersebut modus.

“Wah modus nih,”timpal @moomin_vicious. “Kemesraan ini jgn lah cepat berlalu Lanjut prawedd nda,”canda @wiiiwww. “Dan akhirnya mereka saling jatuh cinta lalu menikah,”tulis @ekonursidik. Dandim 0727/Karanganyar Letkol CZI Santy Carsa Tarigan SE mengimbau para anggotanya agar terbiasa membantu siapapun yang kesulitan di manapun. “Ini salah satu implementasi dari sosok Babinsa yang SIGAP (Santun, Inisiatif, Gagah, Aktif dan Peduli) yang merupakan salah satu harapan dari para pimpinan TNI-AD,” kata Carsa.

Narkoba Baru PCC Menyerupai Flakka Tewaskan Anak SD

Narkoba Baru PCC Menyerupai Flakka Tewaskan Anak SDNarkoba Baru PCC Menyerupai Flakka Tewaskan Anak SD – Obat PCC yang menyebabkan penggunanya menjadi kejang-kejang, dikait-kaitkan dengan narkoba jenis flakka karena efek keduanya dianggap mirip. BNN memastikan keduanya berbeda. “Menurut literatur yang kami peroleh memang kandungan obat ini sementara ini bukan merupakan narkotik dan juga bukan yang sekarang ini tersebar ditengah masyarakat adalah jenis plaka, bukan,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari di kantornya, Cawang, Kamis (14/9/2017).

Flakka merupakan narkoba berbentuk kristal yang berasal dari luar negeri. BNN menyatakan narkoba yang memiliki efek ke pengguna seperti zombie ini, sudah masuk ke Indonesia.Arman mengatakan, kandungan Flakka dan obat PCC sangat berbeda. “Flaka sendiri sangat berbeda dengan kandungan zat atau obat obat yang sekarang dikonsumsi yang terkandung dalam obat atau pil PCC yang digunakan anak sekolah di Kendari,” ujar Arman.

Diberitakan 30 remaja dari dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga pegawai mengkonsumsi obat terlarang yang diduga jenis narkoba. Akibatnya 25 orang dilarikan ke rumah sakit dan 1 lainnya tewas. Salah seorang remaja, NH mengaku telah mengkonsumsi obat terlarang itu 3 butir dalam sekali teguk. Dia juga mencampurkan obat dengan jenis Somadril, Tramadol, dan PCC.