Ilkay Gundogan Sebut Format UCL sama Hancurnya dengan ESL

Ilkay Gundogan kini sudah menyuarakan protesnya terhadap format dari Liga Champions yang baru.

Baginya, format yang baru ini sudah tidak lebih baik dari gagasan European Super League (ESL) yang baru saja digagalkan.

Beberapa terakhir, berita sepak bola yang didominasi gagasan ESL dari 12 klub top Eropa.

Singkatnya mereka sudah sangat ingin menciptakan kompetisi tandingan dari Liga Champions yang sudah lebih adil serta lebih transparan.

UEFA berang serta mengusahakan segala cara untuk bisa menghentikan kompetisi tersebut.

Dengan protes fans, akhirnya ESL berakhir dengan ditangguhkan untuk sementara.

Ketika kisruh dari ESL sedang panas-panasnya, UEFA menggunakan kesempatan tersebut untuk bisa mengumumkan format baru Liga Champions yang nantinya akan mulai diterapkan pada tahun 2024 mendatang.

Inilah yang akan menjadi masalah. Format baru ini ternyata sudah tidak lebih baik dari ESL, justru sama buruknya bagi seluruh pemain.

Lebih banyak pertandingan, serta siksa pemain

Perubahan format itu kini berarti akan ada lebih banyak pertandingan semenjak awal.

Artinya para pemain nantinya akan semakin tersiksa lagi, tenaga yang diperas habis-habisan.

Musim ini saja sudah ada begitu banyak pemain yang telah cedera karena jadwal yang sudah begitu padat.

UEFA justru kini sudah membuat jadwal baru yang akan jauh lebih padat lagi.

Artinya, UEFA sebenarnya sudah tidak memihak pemain, hanya karena kepentingan mereka sendiri.

Protes inilah yang disuarakan Gundogan.

Protes Gundogan

Lewat media sosial Twitter, Gundogan kini sudah bicara cukup panjang.

ESL sudah selesai, tapi bukan berarti perlawanan dari sepak bola juga akan selesai.

Sebaliknya, para pemain nantinya akan semakin tersiksa dengan format UCL yang baru.

“Dengan segala hal soal Super League yang sudah berlalu… bisakah kita juga bicara soal format baru Liga Champions?

“Ada semakin banyak pertandingan, apakah tidak ada yang memikirkan kami para pemain?

“Format baru UCL ini hanya sedikit lebih baik di antara dua yang buruk jika dibandingkan dengan Super League,” tegas Gundogan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *