140 Rekening Diblokir Terkait Judi Online

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah melakukan pemblokiran terhadap 140 rekening terkait kasus judi poker online.

Demikian diungkapkan Kepala Sub Direktorat IT dan Cyber Crime Kombes Pol Rahmat Wibowo di Mabes Polri, Selasa (12/11/2013).

“Sudah diblokir 140 rekening dari 100 web perjudian. Dari situ ada bebarapa rekening yang transaksinya mencapai mendekati Rp 100 miliar. Total yang disita Rp 8 miliar dari perjudian-perjudian online,” kata Rahmat.

Kepolisian bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan untuk melakukan pemblokiran-pemblokiran terhadap rekening yang terindikasi merupakan penampungan uang hasil perjudian.

“Dari 140 rekening itu ada tiga bank besar yang kita lakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening itu,” ucapnya.

Bukan hanya itu, kepolisian pun melakukan langkah-langkag pemanggilan terhadap pemilik rekening-rekening yang digunakan untuk menampung uang hasil judi online.

“Rata-rata tidak datang, yang datang cuma dua orang. Itupun mereka mengatakan itu rekening mereka tapi setelah dibuka  ATM sama buku tabungannya dipakai orang lain, mereka menerima cuma Rp 100 ribu untuk rekening. Jadi mengalir ke rekening asli tapi tidak digunakan oleh pemiliknya,” ungkapnya.

Baru-baru ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri bekerjasama dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau membongkar kasus judi on line.

Kepolisian menggerebek  tempat data center yang terletak di Batam tepatnya di Komplek Ruko Tanah Mas Blok A No 1 Sei Panas Batam. Tempat tersebut dijadikan tempat agen judi onlinedengan menyiarkan pertandingan sepak bola melalu streaming yang terkoneksi dengan server yang terletak di Filiphina.

“Khusus untuk judi Batam, kita belum tahu secara detil berapa omsetnya dan  yang ditangkap 2 orang itu baru data centernya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *