Promosikan Situs Judi Online, Zaskia Gotik Bisa Dipidana?

Pedangdut Zaskia Gotik kembali bikin heboh publik karena kemunculannya di sebuah video yang viral di media sosial. Pada video berdurasi sekitar 27 detik itu, Zaskia mempromosikan situs judi poker online, pokerrepublik.

Apakah Zaskia Gotik bisa dipidana?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya tidak bisa gegabah memidanakan seseorang. Polisi terlebih dulu akan menyelidiki temuan tersebut.

“Nanti kita cek ya, kita lihat dulu seperti apa, unsurnya seperti apa, nanti siapa yang membuat itu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, pihaknya telah memiliki tim Cyber Patrol yang bertugas untuk menelusuri tindak pidana melalui dunia maya. Polisi bisa menindak situs judi online setelah memiliki bukti yang kuat terkait tindak pidana yang dilakukan.

Sementara, dalam kasus Zaskia, polisi harus hati-hati. Sebab, bisa saja pedangdut yang terkenal dengan goyang itiknya itu hanya dicatut namanya untuk memopulerkan situs judi online tersebut.

“(Praktik judi online) Bisa (ditindak). Ya ini kita lihat dulu, siapa tahu menggunakan posting-an palsu,” kata Argo.

Modus Kekinian Judi Online, Bisnis Haram Berkedok Gim

Situs judi pokerrepublik online bergentayangan di dunia maya. Menjerat korbannya dengan permainan baccarat, poker, koprok, roulette, taruhan bola, blackjack, kiukick, balap kuda, sampai sabung ayam yang disiarkan secara langsung via livestreaming.

Aksesnya pun sangat mudah, bisa lewat komputer jinjing bahkan telepon seluler. Pemain cukup mendaftar, top up saldo, taruhan bisa segera dimulai. Recehan hingga jutaan rupiah dipertaruhkan. Saat pemain kalah, bandar pun girang.

Judi online ternyata bisnis besar. Nilainya sampai triliunan rupiah. Kepala Unit IV Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, Kompol Fian Yunus mengatakan, fenomena judi online kian menjamur. Modus kekinian jauh lebih canggih dari sebelumnya.

Kompol Fian mengatakan, pada tahun 2010, polisi dengan mudah dapat melacak keberadaan sindikat judi online di Indonesia. Saat itu, akses internet belum sebebas dan semudah saat ini. “Pemainnya menggunakan warnet untuk mengakses situs judi,” kata Kompol Fian Yunus kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Bandar menggunakan semacam SMS gateaway untuk menyebar pesan singkat menggunakan broadcast messages ke sekian ribu nomor telepon. Penerima yang tergoda diarahkan ke situs judi. “Saat itu rata-rata yang direkrut sebagai agen itu adalah pihak warnet,” kata dia.

Agar lolos dari pelacakan polisi, sindikat judi online menggunakan cara operasi berbeda. Mereka memindahkan server ke sejumlah negara tetangga, seperti Kamboja, Thailand, Filipina dan Singapura.

“Mereka sewa server di sana, buat server di sana. Kemudian mereka memasukkan konten-konten berbahasa Indonesia sehingga bisa diakses oleh orang Indonesia,” tambah dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa ada sejumlah WNI yang menjadi dedengkot sindikat judi online lintas negara. Mereka memboyong anak buah dari Indonesia untuk dipekerjakan di luar negeri.

Pekerja dari Indonesia direkrut untuk mengerjakan tugas operasional, dari maintenance, pembaruan (update), atau menjadi semacam customer service.

Kemudian, pekerja itu pulang ke Indonesia dan menjadi agen di dalam negeri. Tugas mereka pun bertambah, yakni wajib menghimpun rekening bodong.

Caranya, dengan memberikan iming-iming uang pada sejumlah orang, agar memberikan identitasnya untuk membuka rekening baru untuk menampung uang dari para pemain.

“Uang yang ditawarkan antara Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Tapi sekarang naik menjadi Rp 2,5 juta hingga Rp 7,5 juta untuk mendapatkan satu rekening,” kata Kompol Fian.

Para agen akan mengganti rekening-rekeningnya tersebut secara berkala. Satu rekening hanya akan dipakai dalam hitungan bulan. Tujuannya, untuk menghindari pelacakan polisi.

Kompol Fian mengakui, untuk menangkapnya otak dan pemodal bisnis ilegal judi online bukan perkara gampang. ‘Telinga dan mata’ mereka ada dimana-mana. Saat ditargetkan mereka pun kabur.

“Kalau mereka sudah tahu sedang diawasi, mereka tidak pulang. Hanya berpindah-pindah negara untuk memperpanjang visa,” kata Fian.

Polisi juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs-situs judi online yang dapat diakses di internet. Namun, otak dibalik bisnis judi online selicin belut. Mereka punya cara untuk mengelak. Caranya, dengan membuat situs-situs baru berkonten serupa dengan yang sudah diblokir.

“Konten websitenya sama, hanya namanya yang beda. Sehingga mereka lepas dari pemblokiran yang dilakukan dari Kemkominfo. Setelah lepas, mereka bisa tetap bisa menjalankan operasinya,” kata Kompol Fian. 

Pada 2015 ada 5 kasus yang ditangani Sub Direktorat Cyber Crime Polda Metro Jaya. Sementara, pada 2016 ada tiga kasus.

Pada 19 Januari 2017 Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya membekuk agen judi online yang bermarkas di Jakarta Pusat. Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan sindikat yang bermarkas di Kamboja.

Mereka diancam dengan pasal berlapis yakni, pasal 27 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan atau Transaksi Elektronik (ITE), pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan atau pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kompol Fian menegaskan, praktik judi online adalah kejahatan lintas negara. Untuk memberantas hingga ke akar-akarnya, kerja sama antarpihak mutlak dibutuhkan termasuk dengan Bea Cukai, Imigrasi, PPATK, dan Aseanapol atau polisi ASEAN.

Apalagi, dia menambahkan, judi online tak boleh diremehkan. Padahal jika terus diabaikan, dalam jangka panjang perekonomian negara akan terancam.

“Bayangkan jika pemasukan dari judi online Rp 1 triliun per bulan lalu digunakan untuk pembangunan properti di Indonesia,apa tidak keok itu properti lain yang setengah mati cari pinjaman kredit,” kata Kompol Fian.

Rumor Transfer Kane, Nggak Ada Yang Bilang ‘Nggak’ Ke Real Madrid

Rumor ketertarikan besar Real Madrid merekrut Harry Kane dari Tottenham Hotspur sudah dipercaya banyak pihak bukan sekadar kabar biasa.

Bahkan pemain yang pernah bermain di dua tim itu, Rafael Van der Vaart percaya ini adalah sinyal minat besar Madrid membawa striker yang lagi hot-hotnya itu guna menambah lini serang El Real makin menakutkan.

Vaart percaya Kane bakalan tergoda untuk bermain di Santiago Bernabeu. Karena menurutnya tak ada pemain yang bisa menolak gabung ke tim raksasa La Liga tersebut.

kane

“Persoalannya adalah nggak ada yang bilang nggak kepada Real Madrid,” ungkap pemain berdarah Belanda itu pada Triball Football.

Tapi eks pemain Madrid, Spurs, Hamburg SV sampai Ajax itu mengatakan lebih suka Kane bertahan di White Hart Lane. Spurs adalah tempat pas untuk berkembang dengan jaminan jam bermain.

“Tapi ketika melihat Kane sekarang di Tottenham , klub akan semakin besar, bisa memenangkan liga, mungkin Liga Champions dan punya stadion baru. Itu menyenangkan,” sambungnya.

“Aku berharap dia bertahan. Madrid tentu adalah sesuatu yang spesial tapi Spurs juga istimewa untuknya.”

Harga Kane dinilai sudah melonjak drastis. Banyak pengamat menilai banderol striker Inggris yang pernah membela Leicester City ini sudah semahal Neymar Jr.

Namun ketertarikan Presiden Madrid, Florentino Perez kabarnya sudah membuat tim akan menawar resmi sang pemain di bursa awal tahun. Perez juga tak gentar dengan banderol tinggi Kane.

Tolak Pensiun Di MU, Mourinho Isyarat Ke PSG

Jose Mourinho mengeluarkan pernyataan yang mungkin akan membuat gusar fans MU usai laga imbang kontra Liverpool di Anfield akhir pekan lalu.

Mou memastikan ogah menjadikan United pelabuhan terakhirnya. Dan beragam media internasional macam Buzz.ie juga meyakini bahwa Mou sebenarnya nggak betah-betah amat karena hubungannya dengan direktur klub Ed Woodward nggak harmonis.

“Hal yang perlu aku sampaikan adalah aku melatih dengan kecemasan, ambisi dan hasrat untuk melakukan hal baru terus,” ungkapnya.

mourinho

“Aku nggak yakin bakal menyelesaikan karier di MU,” sambung manajer Portugal ini.

Tapi yang bikin was-was fans mungkin adalah isyarat The Special One yang menyebut-nyebut Paris. Akankah ia memendam keinginan menangani PSG?

“Anak saya yang tinggal di London pergi ke Paris untuk menonton PSG dan dia tidak pergi ke Manchester,” katanya lagi.

“Mengapa Paris? Karena ada sesuatu yang spesial. Magis, kualitas, tim muda, dan itu fantastis,” ujarnya.

Nah lho….